A. Peristiwa Penting Menjelang Proses Kemerdekaan

1. Jepang Menyerah Kepada Sekutu
    posisi jepang pada perang dunia II mulai terdesak ketika memasuki tahun 1945. satu demi 1 wilayah kekuasaan jepang jatuh ke tangan sekutu. jepang semakin tidak berdaya ketika pada tanggal 6 agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di kota hiroshima. Tiga hari kemudian tepatnya pada tanggal 9 agustus 1945, bom atom kedua di jatuhkan di kota nagasaki. Kedua bom atom tersebut dijatuhkan oleh amerika serikat agar jepang segera menyerah. Akibat bom atom tersebut, sekira 200 ribu penduduk di kedua kota tersebut menjadi  korban.
     Akibat posisi jepang yang terdesak, penguasa perang jepang di asia tenggara. jendral tarauchi mengambil langkah penting bagi indonesia. Pada tanggal 10 agustus 1945 jendral tarauchi mengundang moh. hatta, radjiman widiodiningrat. selanjutnya, dalam sebuah pertemuan pada tanggal 12 agustus 1945 jendral tarauchi mengatakan bahwa  pasukan jepang sudah di ambang kekalahan  dalam perang asia timur raya. pertemuan tersebut kemudian menyepakati bahwa pemerintah jepang akan kemerdekaan kepada indonesia pada tanggal 24 agustus 1945. selain itu, jendaral tarauchi memrintahkan ketiga tokoh tersebut agar segera mengadakan rapat dengan PPKI untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan.
    Pada tanggal 14 agustus  1945 jepang menyatakan menyerah kepada sekutu. Langkah ini di ambil kaisar jepang karena jika perang tetap dilanjutkan . penderitaan dan kerugian rakyat jepang akan semakin bertambah. perjanjian penyerahan jepang kepada sekutu dilakukan di kapal USS missouri pada tanggal 2 september 1945. Perjanjian ini di tanda tangani wakil sekutu. Jendral Douglas MicArthur dan wakil jepang, mamoru shigemitsu.
    Berita penyerahan jepang kepada sekutu ternyata tidak sampai kepada tiga tokoh indonesia yang sedang berada di Vietnam karena berita ini dirahasiakan  oleh Jepang. Akan tetapi, kabar penyerahan jepang di dengar di dengar oleh tokoh-tokoh muda di indonesia. Para pemuda mengetahui  kabar tersebut dari radio BBC. Kabar tersebut menyebabkan situasi di indonesia semakin tidak menentu. Kepergian tiga tokoh penting indonesia ke Vietnam menyebabkan tokoh-tokoh muda tidak bisa berbuat banyak. mereka hanya menunggu kepulangan ketiga tokoh tersebut tanpa melakukan tindakan pasti.


2. Gerakan Pemuda Pasca-Kekalahan Jepang
    "Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncang dunia!" Anda tentu pernah mendengar seruan presiden soekarno tersebut. Seruan tersebut menunjukan peran penting pemuda dalam mencipkan perubahan, pada setiap zaman pemuda selalu menjadi motor pembawa perubahan.
     pada tanggal 15 agustus 1945 soekarno, moh. hatta, dan radjiman wediodiningrat kembali ke indonesia Dalat,Vietnam. Kedatangan mereka langsung di sambut oleh tokoh-tokoh muda indonesia yang dipimpin sutan Sjahrir. Dalam pertemuan singkat tersebut sutan Sjahrir menjelaskan bahwa jepang menyerah


3. Peristiwa Rengasdengklok
      perbedaan pendapat tentara golongan tua dan golongan muda menyebabkan pemuda berencana mengambil tindakan, yaitu membawa soekarno dan Hatta ke tempat yang aman. Tujuannya adalah menjauhkan kedua tokoh tersebut dari pengaruh jepang. Singgih dan Latief Hendraningrat mendapat tugas membawa soekarno  dan Hatta dari rumahnya masing-masing.
    pada tanggal 16 agustus  1945 pukul 03.00 pagi, Soekarno dan Hatta di jemput paksa oleh para pemuda. Keduanya di bawa ke suatu tempat di daerah karawang yang bernama Rengasdengklok. Merka membawa kedua tokoh golongan tua tersebut ke Rengasdengklok karena wilayah ini berada di bawah kekuasaan penuh pasukan PETA.

Wikana mendapat tugas untuk menemui Ahmad Soebardjo di jakarta.Wikana memberi informasi bahwa Soekarno dan hatta sedang dalam perlindungan  PETA di Rengasdengklok. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Soebardjo mengatakan proklamasi hanya akan dilaksanakan apabilan Soekarno-Hatta kembali ke jakarta. Ahmad Soebardjo  juga membenarkan bahwa jepang sudah menyerah kepada sekutu pada tanggal 14 agustus 1945
  Di Rengasdengklok, Ahmad Soebardjo mengadakan kesepakan dengan golonga muda . Kesepakan tersebut sebagai berikut.
a. Soekarno dan Hatta diperbolehkan kembali ke Jakarta.
b. Ahmad Soebardjo memberi jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di jakarta pada tanggal 17 agustus 1945 paling lambat pukul 12.00  siang.

Setelah mendengar kesepakan tersebut, Soekarno dan Moh. Hatta menyatakan siap sedia memproklamasikan kemerdekaan bersama seluruh rakya indonesia. pada sore harinya Soekarno dan Hatta di bawa kembali ke jakarta dengan pengawalan pasukan PETA pimpinan  kompi  sobeno. .




































































































Komentar